Demam Naruto
By mus on Apr 27, 2008 in Sosial, budaya and tagged kartun, naruto
Naruto-naruto… aku pun lebih sering menyebutnya Narto, ya Narto itu lebih “njawani”. Dan demam pun menggejala hingga kini.
Taka tanggung-tanggung yang gandrung sama film kartun naruto bukan cuma anak-anak dan remaja saja, tapi teman-teman kantorku yang berusia 20-30 tahun pun gandrung sama kartun kang Narto ups…. Naruto tersebut. Ato janga-jangan ada yang sudah Bapak-bapak tapi masih suka Naruto ya?
Karena gandrung alias Naruto-holic maka banyak cara ditempuh. Mulai dari hunting film dari download di internet, atau ngopy file hasil downlod yang ada di warnet. Dan yang jadi perburuan favorit adalah pusat CD/DVD di Glodok. Macet-macet ke Glodok cuma mau cari film kartun, ck.. ck… ck…. ingat umur bos! Lama-lama memperhatikan teman-teman yang gandrung sama Naruto, aku pun samapai hafal wajah Naruto yang ada kemiripan sama kucing sakti tersebut. Halah … malah ketularan.
Dalam hati, kok bisa ya?





1 Comment(s)
By DONI on Agu 18, 2008 | Reply
sebenarnya maz/cak setiap org tuh pasti pux sisi kekanak kanakan,, g usah heran … umurku dah 23 tp jjr aku sendiri senang ma naruto,,, coba ente fikir pa bisa ank TK/SD MEMAHAMI critanya yg terkadang aku sendr masih sulit buat mahamin,,,, di jepang sendiri kartun/anime sdh menyentuh hampir kehidupan semua org di sana.,, bahkan aku sendiri saluuut dg mrk ,,krn dg anime/kartun mrk bisa menyebarkan/mengenalkan budaya jepang ke suluruh dunia knp kt g bisa!!!.piss yo lez ya,,,