Bike to Work? Sok keren! Yee… gak pa pa kan? Saya hanya ingin berbagi pengalaman setelah memiliki sepeda Tango yang kugunakan untuk berangkat kerja. Bike to Work? Wah belum masuk kategori kali. Yang penting mangkat kerjo numpak pit onthel. Gitu loh!
Setelah ada sepeda, maka esok harinya berangkat kerja naik si Tango tersebut. Walhasil karena juga baru pertama kali naik sepeda di Jakarta, maka saya naiknya pun dengan semangat. Berdesak-desakan dengan mobil dan sepeda motor serta raungan bajaj. Ini adalah pengalaman saya yang kedua kali menaiki si tango setelah dari Pasar Rumput- tempat tinggal. Jadi otot-otot belum pengalaman, pernapasan belum terlatih. Coba apa hasilnya? Sampai di kantor keringat pun bercucuran, napas tersengal-sengal, dan tubuh gemetar mau pingsan. Padahal jarak tempuh tidak begitu jauh.
Walah-walah numpak pit kok rekasane ngene yo-yo? Kerja puntak bisa berkonsentrasi, keringat masih keluar, sementara tubuh juga gemetar, dan lemas. Begitu pula ketika pulang, sampai rumah pun napas pun tersengal-sengal dan baju basah kuyup karena keringat. Capek juga hari ini. Maka esok harinya si Tango pun kuliburkan.
Setelah satu minggu Tango pun kuajak berangkat kantor lagi. Kali ini agak rileks dan tak tergesa biar tidak terlalu capek. Lagi-lagi sampai kantor keringat pun bercucuran, dan oto-oto agak kaku, tapi lebih baik dari pada yang pertama. Untuk pelepas dahaga, saya minum teh botol greentea. Segar rasanya hari kedua walaupun tubuh masih gemetaran tapi agak mendingan.
Baru yang ketiga kalinya inilah saya sudah mulai adaptasi. Bisa mengatur kecepatan sesuai dengan medan. Naik sepeda pun dengan rileks dan nyantai. Mungkin yang perlu strategi adalah kalau melewati tanjakan, harus siap-siap. Biar tetap mampu melewati tanjakan. Akhirnya nyampai kantor juga. Biarpun berkeringat karena tersengat matahari pagi, tapi napas sudah tidak tersengal-sengal seperti hari pertama dan kedua. Seneng rasanya.
Begitupun hari keempat lebih ringan dan sudah adaptsai. Akhirnya dalam hati saya bersorak, saya sudah bike to work. Biarpun saya tidak kenal yang namanya komunitas Bike to Work, minimal saya sudah mulai berangkat kerja dengan naik Sepeda. Selain menyehatkan juga mengasyikkan.

